Komuniasi Massa

Posted: Juni 12, 2011 in Mass Communications

Pada dasarnya komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator melalui suatu media. Komunikasi yang ditujukan kepada komunikan dalam jumlah besar disebut komunikasi massa.

Definisi komunikasi massa juga diberikan oleh Jalaluddin Rakhmat sebagai berikut :

Komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.[1]

Komunikasi massa diartikan penyebaran pesan dengan menggunakan media yang ditujukan kepada massa yang abstrak, yakni sejumlah orang yang tidak tampak oleh si penyampai pesan. Menjalankan proses dalam penyampaian tujuan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan, maka peranan dari media massa ini pun sangat berarti bagi masyarakat.

Setiap aktivitas atau sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki fungsi. Beberapa pakar komunikasi memiliki pendapat yang beraneka ragam mengenai fungsi komunikasi. Namun pada dasarnya komunikasi dan komunikasi massa memiliki fungsi, yaitu :

  1. Menyiarkan informasi (to inform)
  2. Mendidik (to educate)
  3. Menghibur (to entertain) [2]

Komunikasi massa, dengan fungsinya sebagai sarana hiburan, informasi, dan pendidikan, menimbulkan pengaruh yang positif. Tetapi kurangnya keterampilan, pengetahuan, dan kewaspadaan pihak yang menangainya, pengaruhnya yang negatif tidak kecil. Komunikasi massa sebagai medium hiburan, terutama menggunakan media massa, jadi fungsi-fungsi hiburan yang ada pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.

Tujuan dari komunikasi massa adalah adanya efek yang ditimbulkan setelah komunikan menerima pesan yang disajikan komunikator melalui media massa. Efek yang timbul dari proses komunikasi massa adalah sebagai berikut[3]:

1      Efek kognitif

Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan dan informasi.

2      Efek afektif

Efek afektif terjadi bila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, dibenci khalayak. Efek ini ada hubungannya dengan sikap, emosi atau nilai.

3      Efek behavioral

Efek behavioral merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kegiatan berperilaku.

Efek kognitif, afektif dan behavioral merupakan rangkaian proses dalam diri kehidupan manusia yang saling berhubungan. Efek-efek tersebut dapat terjadi karena adanya proses komunikasi. Efek dari proses komunikasi sering menembus sistem sosial, budaya dan mempengaruhi dinamika masyarakat serta mempengaruhi struktur yang ada. Sebagai individu (audiens) merespons berita atau informasi media berdasarkan realitas sosial yang ada serta kebebasan media itu sendiri. Dan jika individu itu sebagai aktor, maka sesungguhnya media massa adalah alat untk memenuhi berbagai kebutuhan. Walau akhirnya efek media mampu mempengaruhi individu dan masyarakat secara keseluruhan, termasuk mempengaruhi media massa maupun informasi.


[1] Jalaludin Rahmat. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung. 1994. hlm. 189

[2] Onong Uchjana Effendy. Dinamika Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung. 2004. hlm. 54

[3] Jalaludin Rakhmat. Op cit. 1996. hlm 219

 

 

Komentar
  1. Mr WordPress mengatakan:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s