Komunikasi Massa (2)

Posted: Juni 27, 2011 in Mass Communications
Pengertian Komunikasi Massa
Menurut Tan dan Wright dalam Liliweri (1991) komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikaan secara massal, jumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen dan menimbulkan efek tertentu.[1]
Definisi sederhana dikemukakan oleh Bittner komuniksi massa adalah pesan yang di komunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communications is massages communicated thought a mass medium to large number of people). Dari definisi terbebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi, meskipun komunikasi dilakukan disampaikan untuk masyarakat banyak, seperti pengajian akbar dilapangan terbuka, jika tidak menggunakan media massa berarti bukan merupakan komunikasi massa.[2]
Lebih rinci menurut Gerbner ( 1967) “Mass communications is the tecnologically and intitutionally based production and distribution of the most broadly shared continous flow of massages in industrial societies”. ( Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang masyarakat industri. [3]
Karakteristik Komunikasi Massa
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya. Komunikasi massa menggunakan media massa baik media cetak maupun elektronik. Dengan mengingat pendapat dari Wright, bahwa komunikasi massa itumelibatkan lembaga dan komunikatornya yang bergerak dalam organisasi yang kompleks. Secara kronologis proses penyusunan pesan oleh komunikator sampai dengan pesan diterima oleh komunikan, harus melalui proses yang panjang dan terstruktur. Hal ini dapat menggambarkan bahwa komunikator dalam komunikasi massa merupakan suatu kelembagaan yang tidak hanya satu orang saja yang bergerak melaiknan oleh banyak personal dalam suatu sistem.
Komunikasi massa bersifat terbuka, artinya komunkasi massa ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk suatu kelompok tertentu. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apapun yang harus memenuhi kriteria penting atau menarik, atau penting sekaligus menari, bagi sebagoia besar komunikan. Dengan demikian pesan yang penting dan menarik itu mempunyai ukuran tersendiri bagi sebagian besar komunikan. Oleh karena itu komunikasi massa bersifat umum.
Komunikan dalam komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Pada komunikasi antarpersonal, komunikan akan mengenal komunikannya, mengetahui identitasnyta dengan jelas, dan perilakunya. Sedangkan dalam komuniksi massa, komunikan tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikan menggunakan media dan tanpa tatap muka langsung. Di samping anonim, komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena komunikan komunikasi massa terdiri dari berbagai lapis masyarakat yang berbeda, yang dapat di kelompokkan berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agana, latar belakang budaya, dan tingkat ekonomi.
Komunikasi massa mengutamakan isi ketimbang hubungan. Pada komunikasi antar personal , unsur hubungan sangat penting. sebaliknya, pada komunikasi massa yang penting merupakan unsur isi. Pada komunikasi antarpersonal, pesan yang di sampaikan tidak perlu menggunakan sistematik tertentu. Topik yang dibahas pun berbagai macam, tidak harus relevan dantara satu dengan yang lain, perpindahan topik satu dengan yang laik berjalan secara fleksibel. Sehingga, dalam komunikasi antar personal, yang menentukan efektifitas komunikasi bukanlah struktur, tetapi hubungan manusia bukan pada ‘apanya’ tapi pada ‘bagaimana’. Sedangkan komunikasi massa menekankan pada ‘apanya’. Dalam komunikasi massa pesan harus disusun sedemikian rupa berdasarkan sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang akan digunakan.
Komunikasi massa bersifat satu arah kerna melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif menyampikan pesan, komunikan pun aktif menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana yang terjadi dalam komunikasi antarpersonal. Dengan demikian komunikasi massa itu bersifat satu arah.
Komunikasi massa melibatkan stimulasi alat indra yang tebatas. Pada komunikasi antarpersonal yang bersifat tatap muka, maka seluruh alat indra pelaku komunikasi, komunikan, dan komunikator dapat digunakan secara maksimal. Kedua belah pihak dapat langsung, bahkan mungkin merasa. Dalam komunikasi massa stimulasi alat indra  tergantung pada jenis media massa.
Komponen umpan balik atau yang lebih populer disebut feedback merupakan faktor penting dalam komunikasi. Efektivitas komunikasi seringkali dilihat dari feedback yang disampaikan komunikan. Dalam komunikasi massa proses feedback tertunda (delay) kerena komunikan tidak dapat secara langsung bereaksi terhadap komunikator sebab komunikasi massa menggunakan media tanpa tatap muka. Sedangkan, umpan balik sebagai respons mempunyai volume yang tidak terbatas pada komunikasi antar personal.
Fungsi Komunikasi Massa Bagi Masyarakat
            Fungsi komunikasi massa menurut Dominick (2001), terdiri dari surveillance (pengawasan), interpretations (penafsiran), linkage (keterkaitan), transmission of value (penyebaran nilai), dan intertainment (hiburan).[4]
  1. Surveillance (Pengawasan)
Fungsi pengawasan komunikasi massa terbagi dalam bentuk utama : warning of beware surveillance (pengawasan peringatan) dan instrumental surveillance (pengawasan instrumental).
Fungsi pengawasan peringatan, terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, gunung meletus atau peristiwa-pperistiwa bencana lainnya. Pesan tersebut dalam komunikasi massa sertamerta menjadi bentuk ancaman.
Fungsi pengawasan instrumental, adalah penyampaian atau penyebaran iunformasi yang memiliki keguanaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang harha-harga saham bursa efek, berita produk-produk baru, ide-ide tentang mode, resep makanan, dan sebagainya.
  1. Interpretations (Penafsiran)
Dalam komunikasi massa media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadia-kejadian penting. Maksudnya, organi sasi atau lembaga media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang akan ditayangkan atau dimuat.
Tujuan penafsiran media ingin mengajak khalayak untuk memperluasa wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam kominukasi antarpersonal atau komunikasi kelompok.
  1. Linkage (Pertalian)
Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian)  berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tetang sesuatu.
  1. Transmission of value (Penyebaran Nilai-nilai)
Fungsi ini juga disebut fungsi sosialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu pada cara, di mana individu mengadopsi perilaku dan nilai-nilai kelompok. Media massa memperlihatkan bagaimana mereka bertindak dan apa yang diharapkan mereka.
  1. Intertainment (Hiburan)
Sulit dibantah bahwa hampir semua media massa mejalankan fungsi menghibur. Televisi adalah media massa yang mengutamakan sajian hiburan, hampir dari tiga seperempat bentuk siaran televisi setiap hari merupakan program acara hiburan. Fungsi dari media massa sebagai fungsi menghibur tiada lain tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan pikiran, karena dengan membaca berita ringan akan melihat tayangan hiburan di televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.


[1] Elvinaco Ardianto & Lukiyati Komala Erdinaya, Komunikasi Massa Suatu Pengantar , Simbiosa Rekatama Media,  Bandung, 2007, hal. 3
[2] Ibid
[3] Ibid
[4] Ibid, hal. 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s