Definisi Komunikasi

Posted: Juli 8, 2011 in Ilmu Komunikasi

Kehidupan bermasyarakat tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari komunikasi. Istilah komunikasi sendiri berasal dari perkataan bahasa Inggris “communication” yang menurut Wilbur Schramm[1] bersumber pada istilah Latin “communicatio” yang dalam bahasa Indonesia berarti “sama”. Sedaangkan menurut Sir Gerald Barry komunikasi berasal dari kata “communicare” yang berarti “bercakap-cakap”. Jika kita berkomunikasi, berarti kita mengadakan “kesamaan”. Dalam hal ini sama di sini adalah kesamaan pengertian atau makna. Informasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain harus sama-sama dimengerti. Kalau tidak dimengerti, komunikasi pun tidak terjadi. Percakapan berlangsung apabila hal yang dipercakapkan dan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu sama-sama dimengerti. Kalau tidak, percakapan pun tidak akan terjadi: ini berarti komunikasi tidak berlangsung.

Pentingnya komunikasi bagi kehidupan sosial, budaya, pendidikan dan politik sudah disadari oleh manusia yang hidup sejak ratusan tahun sebelum Masehi. Sampai saat ini pun komunikasi tidak bisa dilepaskan dari semua aspek kehidupan manusia. Apalagi di dunia industri dimana komunikasi sangat berperan di dalamnya. Perkembangan sektor industri dewasa ini juga menuntut adanya komunikasi yang terarah serta efektif.

Sebelum membahas tentang komunikasi lebih dalam ada baiknya kita mengetahui pengertian komunikasi menurut pendapat para ahli. Everett M. Rogers menyatakan :

“Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”[2]

 

Benard Berelson dan Gary A. Stainer dalam bukunya Human Behaviour :

“Komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya dengan menggunakan lambing-lambang atau kata-kata, gambar, bilangan, grafik, dan lain lain. Kegiatan atau proses penyampaiannya biasa dinamakan komunikasi”[3]

 

Pada umumnya komunikasi diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan masalah hubungannya, ada pula yang mengartikan saling tukar menukar pikiran atau pendapat. Dari sini dapat diartikan bahwa komunikasi merupakan penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu dan menghasilkan dampak atau gejala tertentu pula. Jadi, proses penyampaian pesan pada akhirnya akan memberikan dampak pada kedua belah pihak antara komunikator dan komunikan. Dengan demikian, yang dipelajari oleh komunikasi adalah pernyataan manusia, sedangkan pernyataan tersebut dapat dilakukan dengan kata-kata tertulis ataupun lisan, serta dengan isyarat-isyarat atau simbol-simbol.

Untuk memahami pengertian komunikasi secara efektif, peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma Harold Lasswell dalam karyanya The Structure and Function of Communication in Society. Menurut Harold Lasswell, cara yang tepat untuk memahami komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut : Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect? Rumusan pertanyaan tersebut mengandung lima unsur dasar dalam komunikasi, yaitu :

  1. Siapa yang mengatakan? (komunikator, pengirim, atau sumber)
  2. Apa yang disampaikan? (pesan, ide, gagasan)
  3. Dengan saluran mana? (media atau sarana)
  4. Kepada siapa? (komunikan atau penerima)
  5. Apa dampaknya? (efek atau hasil komunikasi) [4]

Paradigma Lasswell diatas menunjukkan  bahwa komunikasi meliputi semua unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni komunikator, pesan, media, komunikan, serta efek.

Dari sini dapat diartikan bahwa komunikasi merupakan penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu dan menghasilkan dampak atau gejala tertentu pula. Jadi, proses penyampaian pesan pada akhirnya akan memberikan dampak pada kedua belah pihak antara komunikator dan komunikan.

Hal yang terpenting dalam komunikasi adalah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator mampu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak yang ditimbulkan dapat diklasifikasikan sebagai berikut, yaitu :

  • Dampak kognitif

Dampak kognitif timbul pada komunikan dan menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualitasnya.

  • Dampak afektif

Disini tujuan komunikator bukan hanya sekedar agar komunikan tahu, tetapi juga tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu.

  • Dampak behavioural

Dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.

Dampak komunikasi akan menimbulkan perubahan manakala komunikasi terjadi secara efektif atau komunikatif. Tanda-tanda komunikasi efektif adalah apabila komunikan memahami gagasan komunikator. Namun bila komunikator gagal mendorong komunikan untuk bertindak maka itu adalah tanda bahwa komunikasi tidak efektif.

Untuk mengembangkan komunikasi yang efektif adalah dengan memahami respon atau tanggapan dari komunikan terhadap pesan yang disampaikan. Dalam beberapa perusahaan / instansi, tujuan komunikasinya mungkin hanya untuk membentuk awareness terhadap brand image sehingga dapat merangsang pembelian produk.


[1] Wilbur Schramm, The Process and Effect of Mass Communication, University ofIllionis Press,Urbana, 1965, hal. 3.

[2] Deddy Mulyana, Pengantar Ilmu Komunikasi, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001, hal. 62

[3] Rosady Ruslan, Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002, hal. 17.

[4] Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi, Sebuah Pengantar Ringkas, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002, hal. 26

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s